obesitas_LH

Ada dua masalah gizi utama di negara berkembang seperti Indonesia. Gizi buruk dan obesitas. Menurut Riskesdas (2013), prevalensi obesitas di Indonesia adalah 26,6%, lebih tinggi dari tahun 2007 (18,8%). Angka tersebut cukup mengkhawatirkan mengingat masalah obesitas tak kalah serius disbanding kurang gizi. Obesitas adalah kondisi yang kompleks karena tak hanya mencerminkan status kesehatan, melainkan juga budaya, kebiasaan, pola hidup, dan pendidikan di suatu negara.

Sebenarnya apa sih obesitas? Obesitas adalah kondisi yang disebabkan oleh penyimpanan lemak yang berlebihan dalam tubuh (Columbia University). Seseorang dikatakan obesitas bila memiliki BMI (Body Mass Index) > 27, baik untuk laki-laki maupun perempuan (Depkes RI). Sebenarnya, obesitas adalah kondisi yang dapat diperbaiki. Namun, apa salahnya mencegah sebelum tubuh kita menjadi berisiko terhadap penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan banyak lagi? Mari simak beberapa cara mencegah obesitas berikut.

Obesitas adalah tanggung jawab masyarakat luas. Obesitas adalah tanggung jawab pemerintah sebagai pembuat kebijakan (perizinan, distribusi makanan, dll). Obesitas adalah tanggung jawab para pengusaha yang selalu gencar mengiklankan produk-produknya (terutama produk makanan dan minuman) untuk kepentingan perusahaan.

Obesitas adalah tanggung jawab masyarakat sekitar. Persepsi mereka terhadap orang yang bertubuh gemuk sangat memengaruhi persepsi seseorang terhadap tubuhnya sendiri. Di tempat di mana masyarakat menganggap orang gemuk sebagai simbol kemakmuran, maka orang akan tertarik untuk menjadi gemuk. Sementara jika masyarakat menganggap gemuk sebagai kondisi yang buruk, orang akan berusaha memiliki postur tubuh ideal.

Semua itu berpengaruh terhadap angka kejadian obesitas di suatu negara. Namun sejatinya, diri sendiri yang mampu mencegah kondisi tersebut terjadi terhadap tubuh kita. Kita perlu melakukan kontrol diri agar tidak lapar mata. Apa itu kontrol diri? Dalam sebuah seminar yang diadakan oleh lighthouse, menurut Tara (2016), kontrol diri adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengendalikan dorongan (impuls), keinginan , emosi, atau hasrat tertentu yang kurang tepat untuk diri sendiri ataupun untuk mencapai tujuan yang lebih baik.

Kontrol diri dapat dilakukan 4 cara (disingkat KAOS) berikut:

  1. Kalori
tabel kalori

tabel kalori

Pengetahuan tentang gizi sangat penting. Kita harus tahu berapa kalori yang kita butuhkan dan sudah kita dapatkan hari ini. Sudah banyak website yang menampilkan tabel kalori tiap jenis makanan, misal kalori dari sepotong tempe, sepiring nasi, dll. Jadi, tak ada alasan untuk tidak tahu apakah menu dan porsi sarapan kita sudah memenuhi kalori yang kita butuhkan pagi ini. Jumlah kalori harus cukup, bukan kurang maupun berlebih. Kalau bisa, cetak tabel kalori itu dan bawa kemana pun Anda pergi. Setelah mengetahui, langkah selanjutnya adalah disiplin. Jangan sekali pun melanggarnya.

  1. Air putih dan yoghurt

air dan yoghurt

Minum air putih 10-20 menit sebelum makan akan menjaga porsi makan kita tetap stabil. Hal ini karena tubuh sudah merasa kenyang dengan konsumsi air tersebut. Lagipula kita memang dianjurkan mengonsumsi banyak air putih, kecuali bagi mereka yang memiliki masalah ginjal. Sedangkan, yoghurt mengandung banyak protein yang dapat membuat kita merasa kenyang dalam waktu lama sehingga dapat mengendalikan nafsu makan.

  1. Olahraga dan aktivitas lain

tenis

Olahraga dapat membakar lemak dalam tubuh kita. Selain itu, carilah kegiatan lain yang bermanfaat. Hal ini untuk membuat Anda lupa terhadap makan dan menyibukkan diri sehingga Anda tak memiliki sekian banyak waktu luang untuk makan. Seperti yang kita tahu, lambung manusia sangat ‘fleksibel’. Meski kebutuhan kalori telah tercukupi dan kondisi lambung sudah penuh, bila kita melihat makanan enak, lambung akan menekan makanan yang ada di dalam sehingga membuat ruang kosong lagi di sana. Ini membuat kita ‘seolah’ masih lapar. Jadi, tips saya hindari kegiatan atau tempat-tempat yang berpotensi menggoda nafsu makan Anda.

  1. Stabilkan perasaan

Beberapa riset menunjukkan bahwa dalam emosi yang labil, kita cenderung merasa lapar dan makan tak terkendali. Maka, kita dianjurkan untuk menjaga emosi. Berusahalah untuk selalu tenang dan bahagia. Bahagia itu penting. Secara biologis, ada 2 hormon yang memengaruhi suasana hati seseorang. Dopamine dan serotonin. Jika kadar hormon tersebut tinggi, diyakini pikiran akan lebih tenang dan stabil. Beberapa makanan dengan kadar dopamine dan serotonin yang tinggi yaitu ikan, pisang, dan cokelat. Konsumsilah ‘makanan pembahagia’ tersebut. Saya lebih menyarankan Anda mengonsumsi ikan dan pisang karena cokelat mengandung gula yang cukup banyak. Sebenarnya tak apa mengonsumsi cokelat, asal dalam porsi wajar.

makanan pembahagia

Dalam seminar yang diadakan oleh lighthouse, kita juga disadarkan bahwa kontrol diri akan mengajarkan kita beberapa sikap penting berikut:

  1. Sadar diri bahwa tak semua yang kita inginkan harus didapatkan.
  2. Berpikir matang dalam setiaap tindakan.
  3. Fokus dan berpikir jauh ke depan, tak hanya mementingkan kesenangan saat ini yang biasanya bersifat semu.
  4. Mampu beradaptasi dalam segala situasi.

Nah, alangkah kerennya jika kita dapat mengontrol diri sendiri. Saya sangat mengerti bahwa itu bukan hal yang mudah. Oleh karenanya, kita dapat memulai dengan bantuan pihak lain, seperti bantuan dari klinik lighthouse. Lighthouse adalah klinik pengaturan berat badan yang telah teruji lebih dari 11 tahun. Bersama tenaga-tenaga yang handal (dokter spesialis, ahli gizi, psikolog, dll), Anda akan dibantu menjalankan program komprehensif untuk menurunkan berat badan. Yang pasti, program di sini mudah diikuti sehingga tidak terasa terlalu berat, tapi juga sangat efektif hasilnya. Untuk informasi lebih lanjut tentang klinik lighthouse, Anda bisa klik lightHOUSE Indonesia.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Selamat berjuang mengidealkan berat badan Anda. Semoga berhasil.