Malam ini hanya ada sebatang lilin kecil di sampingku

Menemani dengan setia dalam gelap

Malam ini beribu tanya mendesak benakku

Ke mana perginya sang rembulan?

Yang senantiasa membawa harapan bagi sang pemimpi

Dan memberi tujuan bagi para musafir

 

Aku terdiam menatap lilin yang perlahan membakar dirinya

“Mungkin hanya ini yang tersisa,” pikirku

Gemerlap telah berganti remang

Dapatkah cahaya remang ini menuntunku?

Ataukah harus kuberlari dan mencari

Di mana sang rembulan bersembunyi?

 

Bisakah aku percaya pada sebatang lilin

Yang kecil, ringkih, dan bahkan tak mampu melindungi dirinya sendiri?

Dapatkah aku bersandar pada sebuah harapan yang buram?

Dapatkah aku berjalan pada jalan setapak yang bercabang-cabang?

Ke mana aku harus membawa diriku?

Sanggupkah kau menuntunku, lilin kecil?

 

Aku tak begitu yakin dengan cahayanya

Namun hanya lilin itu yang tersisa

Di kala sang rembulan berada terlampau jauh di atas sana

Aku tahu cahayanya begitu tulus

Namun maaf bila aku masih ingin mengejar gemerlap malam

Karena mataku telah begitu rabun dan tak mampu melihat dalam remang-remang